JOKOWI DAN HENDRA ZAINUDDIN PENGAMAL PUASA DAUD
INDEK MENU


KEAJAIBAN DAN KEDAHSYATAN
PUASA DAUD
Dilengkapi Amalan dan Ijazah Puasa Daud
-----------
H. Hendra Zainuddin, M.Pd.I
-----------
Editor: Muhammad Tuwah
Ilustrasi: Tanzili
Proofreader: Tim eLSAP
Desain Isi: Syaiful Wardi
Cetakan Pertama: Desember 2012
-----------
Penerbit
Aulia Cendekia Press
Jl. Balap Sepeda Lrg. Muhajirin I RT. 26/08 No. 1489
Kampus Palembang

Contak Person:
---------------------
Tanzili: 085284831686

Traffic Visitor
  • User Online: 1
  • Today Visit: 275
  • Yesterday Visit: 1223
  • Total Visit: 146635
  • Total Comments: 68
Tulisan ini dibaca Sebanyak: 587 kali Jangan Lupa Mengisi Buku Tamu Klik disini

Kedudukan dan Keutamaan

Puasa merupakan salah satu ibadah yang sangat istimewa. Karena puasa merupakan ibadah yang dikhususkan oleh Allah. Sesuai dengan firman Allah: “Puasa hanyalah untuk Aku dan Aku sendiri yang akan memberikan pahalanya.” Ayat tersebut telah cukup untuk membuktikan dan melihat bahwa puasa merupakan ibadah yang sangat istimewa, karena diperuntukkan bagi Allah SWT dan Allah SWT sendiri yang menilainya. Selain itu, istimewa puasa menjadi salah satu nama pintu-pintu surga bagi orang yang ahli dalam melakukan ibadah yang satu ini.

Sebagaimana ditegaskan dalam hadits-hadits Nabi Muhammad SAW; “Sahal bin Saad Ra., ia berkata: Rasulullah SAW. Bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat pintu yang bernama Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk lewat pintu itu pada hari kiamat. Tidak ada orang selain mereka yang masuk bersama mereka. Ditanyakan: Dimana orang-orang yang puasa? Kemudian mereka masuk lewat pintu tersebut dan ketika orang yang terakhir dari mereka sudah masuk, maka pintu itu ditutup kembali dan tidak ada orang yang akan masuk lewat pintu”  (Shahih Muslim No. 1947).

Hadits riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: “Rasulullah SAW. Bersabda: Apabila salah seorang dari kalian bangun dalam keadaan berpuasa, maka janganlah ia berbicara jorok dan kotor, maka hendaklah ia berkata: Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa”  (Shahih Muslim No. 1941).

Dalam hadits riwayat Abu Said Al-Khudri, ia berkata: “Rasulullah SAW, bersabda: Tidaklah seorang hamba yang berpuasa satu hari di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh jarak perjalanan 70 tahun.” (Shahih Muslim No. 1948).

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW. Bersabda: “Puasa itu adalah perisai. Oleh karena itu, jika salah seorang diantara kalian berpuasa, maka janganlah dia berkata-kata kotor dan tidak juga berlaku bodoh. Jika ada orang yang memerangi atau mencacinya, maka hendaklah dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa (sebanyak dua kali). Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum disisi Allah Ta’ala daripada aroma minyak kasturi, dimana dia meninggalkan makanan, minuman, dan nafsu syahwatnya karena Aku (Allah). Puasa itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala karenanya dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (Shahih al-Bukhari (III/22) dan Shahih Muslim (III/157).

Dari beberapa hadits di atas dapat disimpulkan bahwa puasa itu merupakan ibadah yang sangat istimewa. Nilai keistimewaannya terletak dari beberapa hal, sebagai  berikut;

  1. Puasa merupakan ibadah yang diperuntukkan langsung kepada Allah dan dinilai oleh Allah sendiri. Sesuatu yang diperuntukkan dan dinilai sendiri oleh Allah pasti merupakan sesuatu yang istimewa.
  2. Terdapat pintu surga khusus bagi orang yang ahli berpuasa. Pintu surga tersebut dinamai “Rayyan”. Sebagaimana kita ketahui, surga merupakan sebuah tempat istimewa yang diperuntukkan oleh Allah bagi orang-orang yang bertakwa. Surga juga merupakan dambaan dan kerinduan orang-orang Islam. Sehingga mereka berusaha untuk dapat meraihnya. Sesuatu yang sangat didambakan dan istimewa tersebut ternyata menyediakan satu pintunya bagi orang-orang yang ahli berpuasa. Jadi puasa merupakan salah satu keistimewaan.
  3. Puasa juga dapat menjauhkan manusia dari api neraka jika dikerjakan dengan penuh keikhlasan dan hanya mengharap ridha Allah. Maka, orang tersebut oleh Allah akan dijauhkan wajahnya dari api neraka sejauh jarak perjalanan 70 tahun. Dan nilai satu hari dari tahun di akhirat adalah sekian ribu tahun di dunia.
  4. Puasa disebut istimewa karena dapat menjadi perisai, baik perisai dari api neraka maupun perisai fisik dan jiwanya. Hal ini karena puasa memiliki efek dan pengaroh yang sangat positif bagi perkembangan fisik dan jiwa seseorang.

Keistimewaan di atas tentu juga ada dalam puasa Daud, sebab pada dasarnya, puasa adalah sama. Yang membedakannya hanyalah nama dan karateristik pelaksanaannya. Hal ini karena puasa memiliki keutamaan yang agung karena mendapat predikat langsung dari Allah sebagaimana dituturkan oleh Nabi Muhammad SAW; Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash Ra. Beliau berkata: Rasulullah SAW. diberitahu bahwasanya aku pernah berkata: “Demi Allah, sungguh aku akan berpuasa sepanjang siang dan shalat malam sepanjang hidupku.” Maka, Rasulullah SAW. bersabda: “Apakah benar kamu yang mengucapkan itu?” maka akupun menjawab: “benar, ayah dan ibuku sebagai tebusannya aku memang benar-benar telah mengatakannya.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya kamu tidak akan sanggup melaksanakannya maka berpuasa dan juga berbukalah, tidur dan shalat malamlah, dan berpuasalah 3 hari di setiap bulan, karena satu kebaikan itu dilipatkan pahalanya senilai 10 kebaikan, dan itu sudah seperti puasa sepanjang masa/puasa Dahr.” Aku berkata: “Sesungguhnya saya mampu lebih dari itu.” Beliau bersabda, “Kalau begitu, maka puasalah sehari dan tidak berpuasa sehari, itulah puasa nabi Daud As., dan itu merupakan puasa yang paling utama.” Maka, akupun mengatakan: “Sesungguhnya saya mampu melakukan yang lebih utama dari itu.” Beliau bersabda: “Tidak ada lagi (puasa) yang lebih utama darinya”.  (HR. Bukhari – Muslim no. 1962).

Dalam riwayat lain juga disebutkan, diriwayatkan dari Abu Qatadah bahwa ada seorang laki-laki yang mendatangi Nabi SAW. dan berkata: “Wahai Rasulullah bagaimana Anda berpuasa? Maka Rasulullah SAW. pun marah terhadap perkataan arang itu. Tatkala Umar melihat hal itu, dia berkata: Kami telah rela Allah sebagai Tuhan kami, Islam sebagai agama kami dan Muhammad sebagai nabi kami. Kami berlindung kepada Allah dari kemarahan dan kemarahan Rasul-Nya. Kemudian orang itu berkata: Wahai Rasulullah bagaimana dengan orang yang berpuasa sepanjang masa? Beliau bersabda: “Tidak ada puasa dan tidak ada berbuka.” Musaddad berkata (terhadap kalimat ini) : Tidak berpuasa dan tidak pula berbuka. Atau, tidak berpuasa dan tidak berbuka. Di sini Ghoilan merasa ragu”. Orang itu berkata lagi: Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang yang berpuasa dua hari dan berbuka sehari? Beliau SAW bersabada: Adakah orang yang menyanggupi hal itu? Orang itu berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang yang berpuasa sehari dan berbuka sehari? Beliau SAW. Menjawab: Itu adalah puasa Daud. Orang itu berkata: Wahai Rasulullah bagaimana dengan orang yang berpuasa sehari dan berbuka dua hari. Dia berkata lagi, aku berharap bahwa aku menyanggupinya. Kemudian Rasulullah SAW. Bersabada: (berpuasa) tiga hari dalam sebulan dan dari Ramadhan hingga Ramadhan, maka ini (sama) dengan berpuasa sepanjang masa. Berpuasa pada hari Arafah dan aku meyakini bahwa di sisi Allah hal ini akan menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya. (HR. Abu Daud).

Dari hadits tersebut tampaklah bahwa puasa Daud pada dasarnnya tergolong puasa yang berat, namun sangat utama. Tidak ada puasa sunnah yang lebih berat atau lebih agung tingkatannya selain puasa Daud. Sebagaimana disebutkan pada hadits tersebut, ketika salah seorang sahabat berkata: “Saya sanggup puasa setiap hari ya Rasulullah dan lebih utama dari puasa sehari dan tidak puasa sehari”. Maka, nabi hanya menjawab: “Tidak ada puasa tiap hari dan tidak ada puasa yang lebih utama lagi selain puasa Daud!”

Menurut Ibu Qoyyim al-Jauziyah, hadits ini adalah dalil tentang berpuasa sehari dan berbuka sehari lebih utama dari berpuasa sepanjang masa. Seandainya berpuasa sepanjang masa itu disyariatkan dan dianjurkan, maka pasti ia akan banyak dilakukan sehingga menjadi yang paling utama. Mengenai hal itu, Rasulullah dalam sebuah hadits juga bersabda: “Bahwa puasa yang disukai Allah adalah puasa Daud dan shalat malam yang disukai Allah adalah shalat malam Daud. Daud tidur seperdua malam, bangun pada sepertiganya, dan tidur lagi pada seperenamnya. Dia berpuasa sehari dan berbuka sehari (HR. Bukhari Muslim).

Dari hadits tersebut diketahui bahwa Allah lebih menyukai ibadah puasa dan shalatnya nabi Daud. Karena sifat ibadah tersebut. Di sela-sela puasa dan shalat malamnya, terdapat istirahat yang akan menguatkan badan dan membantunya untuk menunaikan hak-haknya. Sedangkan, al-Hafizh mengatakan bahwa sekelompok ulama termasuk al-Mutawalli dari mazhab Syafi’i berpendapat bahwa puasa Daud lebih utama adalah sesuatu yang tampak jelas di dalam hadits tersebut.

Dari segi artinya, juga menunjukkan hal demikian karena puasa  sepanjang masa terkadang mengabaikan berbagai hak-haknya dan siapa yang terbiasa dengannya maka ia akan memberatkannya bahkan melemahkan keinginannya untuk makan. Orang tersebut juga tidak terlalu berminat untuk memenuhi kebutuhan makan dan minumnya di malam hari. Sehingga, hal ini akan menambah kebiasaan baru yang berbeda dengan orang yang puasa sehari dan berbuka sehari karena puasa ini memindahkannya dari berbuka kepada puasa dan dari berpuasa kepada berbuka (Tuhfatul Ahwadzi, Juz III: 312).

Lantas, bagaimana kedudukan puasa Daud dibanding dengan puasa sunnah lainnya? Sebagaimana ditegaskan oleh Nabi SAW., bahwa puasa Daud adalah puasa yang paling utama. Ia lebih utama dari puasa tiga hari dalam sebulan yang pahalanya seperti puasa sepanjang masa. Ia lebih utama juga dari puasa Arafah yang ganjarannya adalah dihapuskan seluroh dosa kecilnya selama setahun sebelumnya. Meskipun tidak dijelaskan secara defenitif di dalam hadits-haditsnya tentang ganjaran yang Allah sediakan bagi orang yang melakukan puasa Daud, namun rahasia dan keutamaan di dalamnya lebih utama dibanding dengan puasa lainnya.

One Response to “Kedudukan dan Keutamaan”

  • bambang sugiarso says:

    Insya Allah bila umat islam menjalankan puasa Daud akan ditingatkan derajat imannya serta dimuliakan kehidupannya dunia dan akhirat.

Leave a Reply

Terima kasih atas komentar anda...