JOKOWI DAN HENDRA ZAINUDDIN PENGAMAL PUASA DAUD
INDEK MENU


KEAJAIBAN DAN KEDAHSYATAN
PUASA DAUD
Dilengkapi Amalan dan Ijazah Puasa Daud
-----------
H. Hendra Zainuddin, M.Pd.I
-----------
Editor: Muhammad Tuwah
Ilustrasi: Tanzili
Proofreader: Tim eLSAP
Desain Isi: Syaiful Wardi
Cetakan Pertama: Desember 2012
-----------
Penerbit
Aulia Cendekia Press
Jl. Balap Sepeda Lrg. Muhajirin I RT. 26/08 No. 1489
Kampus Palembang

Contak Person:
---------------------
Tanzili: 085284831686

Traffic Visitor
  • User Online: 1
  • Today Visit: 412
  • Yesterday Visit: 806
  • Total Visit: 148392
  • Total Comments: 68
Tulisan ini dibaca Sebanyak: 31,942 kali Jangan Lupa Mengisi Buku Tamu Klik disini

Pengertian Puasa Daud

Puasa Daud merupakan puasa yang paling populer hingga saat ini. Menurut banyak pendapat, puasa ini tergolong istimewa karena Nabi Daud sendiri tidak hanya seorang nabi, tetapi juga seorang prajurit, raja dan ahli perang terkemuka. Nabi Daud dikenal sebagai Nabi yang berhasil mengalahkan musuh yang jauh lebih besar yaitu Goliath. Sepeninggal Nabi Daud, pelaksanaan puasa tersebut tidak lenyap begitu saja. Bahkan, hingga sekarang ini umat Muhammad SAW, juga banyak yang menjalankan puasa Daud, selain puasa Senin-Kamis.

Puasa Daud merupakan puasa khusus amalannya Nabi Daud. Menurut pengertiannya, puasa Daud dapat diartikan sebagai puasa sunnah yang dikerjakan dengan cara sehari berpuasa, kemudian sehari berbuka. Puasa ini merupakan puasa sunnah yang paling afdhal dan tidak ada lagi puasa yang afdhal selain itu.

Di samping itu, puasa ini juga tergolong berat. Karena puasa ini dikerjakan secara berkelanjutan terus-menerus dan hanya dibatasi jeda sehari (menurut peraturan sunnahnya) untuk tidak puasa. Jadi, sehari berpuasa dan hari berikutnya tidak, begitu seterusnya.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW. Bersabda; “Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah (yang dinamakan) puasa Daud As. Dan ini adalah puasa yang paling afdhal. Lalu aku (Abdullah bin Amru ra. berkata: “Sesungguhnya aku mampu untuk puasa lebih dari itu”, maka Nabi SAW. berkata: “Tidak ada puasa yang lebih afdhal dari itu”  (HR. Bukhari).

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa puasa Daud merupakan puasa yang disyariatkan oleh Nabi Daud dan diamalkan oleh Nabi SAW. serta umatnya hingga saat ini. Puasa ini termasuk dalam kategori puasa sunnah hukumnya.

Jadi, sebagaimana sunnah, puasa Daud merupakan amalan yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa dan tidak mendapat pahala. Akan tetapi, jika dikerjakan puasa ini memiliki pahala dan keutamaan yang sangat besar.

Sesuai dengan hadits nabi, puasa Daud  adalah satu hari berpuasa dan satu hari tidak berpuasa begitu terus selanjutnya. Jika ada seseorang yang melaksanakan lain dari yang disunnahkan nabi, misalnya jeda tidak puasanya lebih dari satu hari, maka hal itu bukan termasuk puasa Daud. Akan tetapi, jika seseorang ingin melaksanakan puasa yang demikian juga boleh, apalagi untuk melatih puasa Daud. Hal ini dikarenakan puasa Daud ini termasuk puasa yang berat dilakukan. Sebab, membutuhkan tingkat konsentrasi, komitmen, dan kesungguhan hati tingkat tinggi.

Bagi yang belum pernah mengerjakannya tentu berat. Letak kesulitannya hanya pada keseriusan dan komitmennya. Namun, jika sudah terbiasa, akan menjadi semacam ibadah yang biasa seperti halnya ibadah shalat dan lainnya.

21 Responses to “Pengertian Puasa Daud”

  • gondo says:

    insyaallah akan d laksanakan secara isiqomah

  • terimakasi atas ilmu nya smga bermanfaat…
    Amien.

  • triwidodo says:

    assalamu alaikum.. :D

    terima kasih pak/ibu atas penjelasan mengenai puasa daud .. ..
    namun bolehkah saya mengutarakan pertanyaan, agar demikian hamba Allah dapat mengamalkan tidak hanya diri sendiri, dan tidak pula membingunkan bagi saudara hamba Allah subhanahu wa ta’ala …

    1. apakah pelaksanaannya dilakukan sebulan penuh?
    2. adakah hari yang tidak boleh dilakukannya puasa daud pada bulan tersebut?

    terima kasih, :D

    wassalamu alaikum . . . :D

  • Icha says:

    Insyaallah saya bisa mengerjakan .

    manfaat dan keutamaannyaa apa ya ?
    bisa di jelaskan ?
    terImakasih :)

  • cempaka says:

    Assalamualaikum.
    Maksud sehari berpuasa sehari berbuka itu macam mana ya. Adakah maksudnya berpuasa 24jam dan berbuka puasa 24jam. Maaf saya baru tahu tentang puasa daun.

  • livya says:

    smoga saya bisa melakukan puasa daud. kapan batasan puasa daud dibilang berakhir?

  • Eva says:

    Selamat Siang,,
    Apakah puasa daud bisa juga untuk membayar puasa ramadhan bagi wanita yang berhalangan untuk puasa di bulan ramadhan…….

    Mohon penjelasannya,
    Terimakasih

  • amananto says:

    alhamdulillah, saya ingin bergabung dengan komunitas puasa daud sumatera selatan, bagaimana caranya ya? terimakasih atas perhatiannya, semoga Allah persatukan saudara-saudara se-Iman amin…

  • Muslim konsel says:

    Insya allah siap amal

  • basuki says:

    smpe kurun wktu berapa lamakah puasa daud di lakukan, harap segera di balas

  • Gina says:

    Saya sedang melaksanakan nadzar puasa Daud,…..bagaimana menurut Pa Ustadz

  • Alim says:

    Assalamu alaikum Pak Ustadz.
    Saya mau nanya. Saya sdh terbiasa istiqomah puasa Sunah Senin-Kamis sejak umur 15 tahun. Dan sekarang umur saya 40 tahun. Jadi sudah 25 tahun saya istiqomah puasa sunah Senin-Kamis. Dan saat ini saya ingin mencoba meningkatkan istiqomah saya, dengan menjalankan sunah puasa nabi Daud. Dan alhamdulillah, sejak selesai menjalankan puasa sunah Syawal kemarin, saya lanjutkan dgn puasa sunah Nabi Daud. Hanya saja, kemarin saya diberitahu oleh seorang ulama. Menurutnya, waktu puasa sunah Nabi Daud itu berbeda dengan waktu puasa biasa, yaitu dari waktu Imsyak sampai maghrib. Puasa Nabi Daud itu waktunya 24 jam, dgn jeda sehari puasa dan sehari tidak. Apa betul itu Pak Ustadz?

  • ZAHROTUL FAIZAH says:

    assalamualaikum, mau bertanya tentang puasa daud..
    apabila ketika hari itu, dalam 1 hari ada 3 hal puasa sunnah, apakah boleh di jadikan satu niat..?
    terimakasih

    • admin says:

      Wa’alaikum salam, terima kasih terlah bergabung di komunitas puasa daud.
      ——
      khusus untuk puasa sunah, boleh digabung dengan beberapa puasa sunah lainnya kecuali puasa ramadhan.
      —–
      syukron jazakumullah…

  • Akhmad Furqonumul says:

    sekarang aku kembali menjalanimya…doa kan smoga aku istiqomah

  • yessy says:

    Assalammu’alaikum,

    saya ingin bertanya mengenai batasan waktu puasa Daud. Semisal kita berpuasa Daud pada bulan ini tetapi pada bulan berikutnya kita tidak menjalankannya lagi apakah puasa kita bulan kemarin tetap diterima Allah SWT?

    terimakasih sebelumnya.

  • Dwie Rahmawati says:

    Alhamdulillah sy hampir 2 thn sy menjlankan puasa daud namun hrnya sy tentukan senin, rabu, kamis dan sabtu. Mengapa? Krn sy mempunyai seorang suami yg hrs ridho dan punya hak atas sy, yg 2 biar sy n lingkungan sy gampang mengingat, bila sy lupa anak to suami yg membangunkan sahur dan bila buka adaaaa aja yg nyiapin buka….alhamdulillah.Allah Maha Tahu yg penting niat diluruskan…amin

    • admin says:

      Menta’ati Allah, Rasul, ulil amri. suami termasuk dlm golongan ulil amri..

      adapun tentang tata cara puasa Nabi Daud:
      Dalam riwayat disebutkan,

      لاَ صَوْمَ فَوْقَ صَوْمِ دَاوُدَ ، شَطْرَ الدَّهْرِ ، صِيَامُ يَوْمٍ ، وَإِفْطَارُ يَوْمٍ

      “Tidak ada puasa yang lebih afdhol dari puasa Daud. Puasa Daud berarti sudah berpuasa separuh tahun karena sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.” (HR. Bukhari no. 6277 dan Muslim no. 1159).
      —–
      Lihat riwayat lainnya dari Bukhari dan Muslim,

      أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو قَالَ أُخْبِرَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَنِّى أَقُولُ وَاللَّهِ لأَصُومَنَّ النَّهَارَ ، وَلأَقُومَنَّ اللَّيْلَ ، مَا عِشْتُ . فَقُلْتُ لَهُ قَدْ قُلْتُهُ بِأَبِى أَنْتَ وَأُمِّى . قَالَ « فَإِنَّكَ لاَ تَسْتَطِيعُ ذَلِكَ ، فَصُمْ وَ أَفْطِرْ ، وَقُمْ وَنَمْ ، وَصُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ ، فَإِنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا ، وَذَلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ » . قُلْتُ إِنِّى أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ . قَالَ « فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمَيْنِ » . قُلْتُ إِنِّى أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ . قَالَ « فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا ، فَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – وَهْوَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ » .فَقُلْتُ إِنِّى أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « لاَ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ »

      “‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat kabar bahwa ‘Abdullah berkata, “Demi Allah aku akan berpuasa di siang hari dan aku shalat di malam hari terus menerus sesuai kemampuanku.” Kemudian ‘Abdullah mengatakan bahwa ia telah mengatakan seperti itu sembari bersumpah dengan ayah dan ibunya. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh engkau tidak bisa melakukan seperti itu. Cukuplah berpuasa sehari dan luangkan waktu untuk tidak puasa. Dirikanlah shalat malam, namun tetap tidurlah. Atau berpuasalah setiap bulannya minimal tiga hari karena satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang semisal. Jika demikian, hitungannya sama saja dengan puasa dahr (setahun penuh)“. ‘Abdullah berkata pada Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa beliau masih mampu lebih dari itu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau begitu berpuasalah sehari, lalu berikutnya tidak puasa dua hari“. ‘Abdullah berkata pada Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa beliau masih mampu lebih dari itu. Beliau bersabda, “Kalau begitu berpuasalah sehari, lalu berikutnya tidak puasa sehari. Inilah yang disebut puasa Daud ‘alaihis salam. Puasa Daud inilah sebaik-baik puasa“. ‘Abdullah masih berkata pada Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa beliau masih mampu lebih dari itu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Tidak ada yang lebih afdhol dari itu” (HR. Bukhari no. 1976 dan Muslim no. 1159)

Leave a Reply

Terima kasih atas komentar anda...